Persahabatan yang paling agung adalah persahabatan yang dijalin di jalan
Allah dan karena Allah, bukan untuk mendapatkan manfaat dunia, materi,
jabatan atau sejenisnya. Persahabatan yang dijalin untuk saling mendapatkan
keuntungan duniawi sifatnya sangat sementara. Bila keuntungan tersebut
telah sirna, maka persahabatan pun putus.
Berbeda dengan persahabatan yang dijalin karena Allah, tidak ada tujuan apa
pun dalam persahabatan mereka, selain untuk mendapatkan ridha Allah. Orang
yang semacam inilah yang kelak pada Hari Kiamat akan mendapat janji Allah.
Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda,
"Sesungguhnya Allah pada Hari Kiamat berseru, 'Di mana orang-orang yang
saling mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini akan Aku lindungi
mereka dalam lindungan-Ku, pada hari yang tidak ada perlindungan, kecuali
perlindungan-Ku." (HR. Muslim)
Dari Mu'adz bin Jabalzia berkata, "Aku mendengar Rasulullah Shalallaahu
alaihi wasalam bersabda, Allah Tabaraka wa Ta'ala berfirman, "Wajib untuk
mendapatkan kecintaan-Ku orang-orang yang saling mencintai karena Aku dan
yang saling berkunjung karena Aku dan yang saling berkorban karena Aku."
(HR. Ahmad).
Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam hadits Abu Hurairah
Radhiallaahu anhu , diceritakan, "Dahulu ada seorang laki-laki yang
berkunjung kepada saudara (temannya) di desa lain. Lalu ditanyakan
kepadanya, 'Ke mana anda hendak pergi?
Saya akan mengunjungi teman saya di desa ini', jawabnya,
'Adakah suatu kenikmatan yang anda harap darinya?'
'Tidak ada, selain bahwa saya mencintainya karena Allah Azza wa Jalla', jawabnya.
Maka
orang yang bertanya ini mengaku, "Sesungguhnya saya ini adalah utusan
Allah kepadamu (untuk menyampaikan) bahwasanya Allah telah mencintaimu
sebagaimana engkau telah mencintai temanmu karena Dia."
(sumber - http://forumm.wgaul.com/showthread.php?t=34532&page=2 / AlfaOmega-Registered User)
Selasa, 10 Juni 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar